Saturday, May 24, 2014

announcement!

halo semuanya! duh, blog ini terlantar banget ya :'

aku cuma mau ngasi tau, sekarang aku pindah blog ._.v

aku ngerasa blog ini terlalu random, tapi sayang juga kalo dihapus. jadi, aku bikin blog baru yang sekiranya punya tema di sana. nah, kalian bisa mengunjunginya di sini. di sana, aku bakal terlihat lebih formal dan kaku, tapi itu karna aku pingin make bahasa Indonesia yang baik dan benar, ga gaul dan pake nyingkat" kek di blog ini ._.v

mungkin ini posting perpisahan juga ya. aku menyatakan bahwa blog ini sudah ga akan apdet lagi. aku apdet di blog yang sana. tapi, cerita" di sini tetep bisa kalian baca, kok. aku juga sayang banget sama blog ini, sayang kalo dihapus :'

itu aja deh. maaf ya kalo selama ini aku banyak salah dan menyinggung di sini. semoga blog ini tetep ada manfaatnya buat kalian, meskipun sudah ga diapdet lagi. makasi yang udah ngefollow, yang udah baca, yang udah komen. maaf banget kalo akhirnya aku harus menonaktifkan blog ini...

gitu aja deh, sampe jumpa di blog yang sana!

Wednesday, January 22, 2014

dilema mahasiswa

nah, akhirnya... setelah memutuskan untuk menelantarkan blog ini, saya kembali mengisi blog ini dengan sebuah posting yang semoga menjadi perhatian kita semua. mengapa saya memutuskan untuk menelantarkan blog ini? yah... karena saya sadar saya tidak memiliki cukup waktu untuk mengisi blog ini dengan apa pun yang bisa saya tuangkan di sini, entah karena tidak ada ide atau karena memang malas.

oke. jadi, di sini saya akan membahas sesuatu yang berkaitan dengan kemahasiswaan. bukan, bukan salah satu ruangan di fakultas yang berfungsi untuk membantu mahasiswa dalam hal akademik, tapi lebih kepada pribadi mahasiswanya itu sendiri. kebetulan, saya adalah mahasiswa yang tengah menjalani liburan sekian minggu atas keberhasilan saya melalui semester 3. saya tengah menanti nilai yang akan keluar, dan tentu saja, saya mengharapkan akan mendapatkan IP 3,5 ke atas seperti semester-semester terdahulu (ceileh, sombong kali').

ngomong-ngomong, kenapa kok ngomongin mahasiswa dan kenapa nyebut-nyebut IP? bukankan menyebut IP adalah saru? kata siapa? (ceritanya ngomong sendiri) jadi, saya terinspirasi membuat posting ini (btw posting bahasa indonesianya apa yak? kok saya ga enak sendiri pake kata posting) setelah melihat salah satu thread di kaskus (selama ini saya silent reader, maaf ya) yang menggelitik indra sarkasme saya. bukan, bukannya sinis dengan isi thread tersebut, melainkan saya hanya ingin meluruskan sedikit atas apa yang ada di situ. bukan meluruskan, sih, tepatnya. namun, lebih kepada ingin curhat sedikit. yah, pokoknya gitu. baca aja sampe abis.

bagi yang malas untuk membuka thread tersebut, saya akan ceritakan sedikit tentang apa isi thread tersebut, dan kaitannya dengan judul posting ini. namun, akan lebih baik jika saudara membaca thread tersebut sebelumnya.

judul dari thread tersebut adalah, Bagi Mahasiswa yang CUMA Bangga Sama IP 3,5 [Wajib Baca]. oke, sebenarnya kata "yang" di sana dikapital huruf awalnya. cuman, karena saya adalah murid dan mahasiswa yang gatal melihat kesalahan penulisan EYD (apa seh, pi...), jadi di sini saya benarkan. dan, ya, kata "cuma" di situ di-capslock. ya seperti itu.

cukup dengan kritik atas judul. karena saya tergelitik dengan judul tersebut, alhasil saya baca thread tersebut. jujur, saya memang bangga ketika mendapatkan IP 3,5 ke atas, dan itu adalah patokan saya untuk memotivasi agar di semester tersebut saya tidak mendapati nilai saya merosot. yah, walaupun belum sepenuhnya berhasil (dalam artian masih saja ada kemerosotan nilai), tetap saja saya akan bangga dengan nilai begitu.

ketika saya mulai membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat, saya tertegun. jadi, garis besar isi thread tersebut adalah kebanyakan mahasiswa sekarang ini lebih mementingkan nilai akademik daripada kegiatan di luar perkuliahan, dibanding dengan zaman pak soeharto yang para mahasiswanya lebih vokal dan berani serta lebih memikirkan nasib bangsa daripada hanya berkutat pada nilai dan perkuliahan saja. yah, walaupun si pembuat thread ini ga menyalahkan mahasiswa sepenuhnya dan lebih menyalahkan sistem, tapi kesannya kayak kita sebagai mahasiswa itu harus lebih membantu bangsa agar bangsa kita ga jadi kacung di negeri sendiri (oke, istilah ini saya ambil di thread tersebut). ya memang, mahasiswa itu the agent of change, agen perubahan. namun, kita jangan lihat dari kesalahan sistem saja. bisa jadi, si mahasiswa hanya berkutat pada nilai karena orangtuanya yang meminta, atau memang dia dibatasi harus kuliah-pulang saja, tidak boleh mengikuti kegiatan yang lain, dan lain sebagainya. menurut saya, jangan terus-menerus menyalahkan sistem. kita belum melihat dari sisi si mahasiswa dan lingkungan di sekitarnya juga. janganlah berbicara yang besar dulu. coba selesaikan yang kecil, semisal memang orangtuanya over protective atau memang orangtuanya hanya mengharapkan nilai bagus dari dia, apa salahnya? toh, ga merugikan negara juga. negara emang sudah rugi puluhan triliun dari jaman awal dikenalkannya korupsi kepada pemimpin-pemimpin negara ini. masih menyalahkan mahasiswa yang CUMA bangga dengan IP 3,5?

memang, saya adalah salah satu contoh mahasiswa yang kuliah-pulang-kadang seneng-seneng sama temen. saya ga bisa memungkiri, karena memang orangtua saya agak membatasi ruang gerak saya. yang membuat saya tetap bersyukur adalah orangtua saya tetap memperbolehkan saya kuliah sampai setinggi-tingginya. kalau saya mau, saya bisa saja kan tidak kuliah dan diam di rumah membantu orangtua saya sehingga saya tidak akan dicap sebagai mahasiswa yang hanya bangga dengan IP 3,5? tapi, memang itulah harapan orangtua saya, saya kuliah dan mendapatkan nilai baik, lulus, setelah itu terserah saya mau apa. memang, saya sebagai mahasiswa kadang menyesali mengapa saya tidak bisa seaktif teman-teman yang ikut organisasi ini itu dan sebagainya, dan menyesali mengapa saya tidak bisa mengubah keadaan bangsa yang kondisinya tidak lebih baik ini. namun, saya bisa apa? yang bisa saya lakukan adalah lulus kuliah dengan nilai baik sesuai keinginan orangtua saya, lalu menghasilkan generasi yang lebih baik dan tidak mudah dibohongi seperti generasi yang ada sekarang. begitu saja sebetulnya.

jadi, menurut saya, janganlah menyalahkan satu dua pihak dari sisi yang hanya kita lihat. kita seharusnya melihat sisi yang tak terlihat juga untuk bisa beropini secara netral. namun, saya tidak menyalahkan pembuat thread tersebut karena dia juga sedang beropini. saya pun, bisa jadi, hanya melihat satu sisi saja tanpa melihat sisi lainnya. oleh sebab itu, saya membutuhkan banyak sekali masukan dan inspirasi untuk membenarkan jalan pikiran saya ini, sehingga saya tidak menjadi orang yang berpikir sempit.

nah, ada pertanyaan? ada sanggahan? silakan berkomentar :)

Thursday, June 20, 2013

Juni

Juni.

tampaknya bulan ini menjadi bulan yang cukup sulit untuk kita hadapi.
namun, aku berjanji aku tidak akan menyerah.
mungkin kamu tak butuh janjiku.
namun aku akan tetap terus mengusahakan yang terbaik untukmu.
maaf jika menurutmu aku berbeda.
namun aku tak bermaksud untuk menjadi seperti itu.
itu di luar bayanganku, di luar kendaliku.
aku sendiri tak mengerti.

Juni.

seharusnya kita banyak bersenang-senang ya.
seharusnya kita banyak lebih paham satu sama lain.
seharusnya... seharusnya...
ah, terlalu banyak kata 'seharusnya' dalam pikiranku.
mungkin memang aku harus mengusahakannya untukmu.

Juni.

tidak terlambat, kan?
masih ada waktu, kan?
kita toh masih muda, masih banyak yang bisa kita lakukan.
kita akan lewati akhir bulan ini bersama-sama.

Juni.

jangan jadikan kerikil kecil jadi hambatan terbesar kita.
aku mengerti, mungkin sulit untukku untuk memahamimu.
namun aku akan terus mencoba, seberapa pun sulitnya itu untukku.
toh, ini bukan matematika.

Juni.

lambat laun aku merasa tua.
namun, menjadi tua bersamamu, kenapa tidak?
mungkin itu satu kebahagiaan terbesarku nantinya.

Juni.

jangan biarkan air mata mengalir lagi.
jangan jadikan hati menjadi patah lagi.
jangan buat kepala menjadi panas lagi.

cukuplah, Juni. cukuplah yang sudah terjadi. jangan diulangi lagi.
maaf telah menyia-nyiakanmu, Juni.

Wednesday, June 19, 2013

kepercayaan

kepercayaan.

kadang kata itu kita sepelekan. padahal untuk mendapatkannya kadang butuh perjuangan yang keras. tapi, begitu kita dapatkan, kita malah menyia-nyiakannya.

seberapa mahal sih harga kepercayaan?

begitu sudah dipercaya oleh orang lain, semestinya kita menjaga dengan baik kepercayaannya itu, bukan malah membuat kita seenaknya sendiri memperlakukan orang itu.

kepercayaan itu mungkin cuma masalah keyakinan dalam hati, namun berat. dan harus dibayar mahal.

kadang kita sudah terlanjur percaya pada seseorang. tapi, dengan sengaja ataupun tidak, orang itu sudah menyia-nyiakan kepercayaan kita padanya. apakah itu sepadan dengan rasa percaya kita padanya yang sudah kita beri?

kadang juga kita percaya pada orang yang salah. mungkin, menurut kita, adalah benar untuk percaya padanya. namun, lambat laun dia seperti tidak menghargai rasa percaya kita yang besar padanya. bagaimana rasanya?

semoga tidak terjadi lagi salah percaya pada orang yang tidak seharusnya dipercaya.

Sunday, April 14, 2013

tips untuk Ujian Nasional

entah kenapa, saat pikiran lagi random di pagi hari gara-gara materi ujian yang seabreg untuk besok, tiba-tiba aja terpikir untuk bikin posting random ini. sekaligus mencoba mengenang apa yang udah lewat untukku dan apa yang akan dihadapi oleh adek-adek kelas 3 SMA dan SMP taun ini. yap, Ujian Nasional (UN).

taun lalu, sama seperti adek-adek kelas 3 taun ini tentunya, aku dan temen-temen kalang kabut. yah, bingung sama lima paket soal yang udah dipersiapkan Mendiknas untuk kami. yah, kami yang waktu itu masih lima paket soal  aja udah bingungnya ga karuan. lha, taun ini kok malah dua puluh paket --" sabar ya adek-adek semua.

nah, dengan segala persiapan yang matang, alhamdulillah kami berhasil menempuh ujian bersama-sama dengan nilai yang, alhamdulillah, memuaskan bagi semua pihak. dan aku akui, nilai akhirku ga bagus-bagus amat. tapi, ya sudahlah. udah lewat juga ehehehe

nah, karena taunku ujian itu masih lima paket soal, mengakalinya masih mudah. tapi, untuk adek-adek kelas yang dapet dua puluh paket soal... I totally have no idea. susah. kemungkinan paling baik yang bisa kita pikirkan cuma nomer soalnya yang diacak antar paket. ada kali' ya orang bikin dua puluh paket soal dengan soal yang benar-benar berbeda di tiap paketnya. butuh berapa orang itu? ._. dan pastinya itu akan membuang biaya yang sangat banyak--biaya operasional, administrasi, bayar orang yang bikin soal, bayar penjaganya, dan lain sebagainya yang kita ga perlu tau juga.

tapi, ga masalah lah. pasti adek-adek udah dikasih tips and trick dari sekolah dan tempat les masing-masing. itu udah cukup membantu lah. jadi jangan khawatir.

oiya, ini ada sedikit tips untuk kalian. mungkin bisa membantu :)

1. refreshing
sehari sebelum UN, usahakan pikiran ga terbebani dengan pelajaran. otak harus enjoy dan tenang. luangkan waktu sebelum UN untuk main apa aja. kalo bisa, main yang mengasah otak semacam permainan kata atau logika. kalo ga suka main, lakukan hobimu. apa aja. pokoknya otak harus seneng, biar besoknya ga gugup.

2. apologizing
ini penting banget. kalo misalnya kamu pernah punya salah ke orang lain (semua orang pasti pernah lah, pi -_-), kamu harus minta maaf sama mereka. bukan apa-apa. keikhlasan mereka itu yang kita cari. bukannya mau ikut tradisi minta maaf kayak yang lain, tapi kalo misalnya ada yang belum maafin kamu karena kesalahanmu ke meraka, bisa jadi (naudzubillah) kamu ga lulus. atau, kalo kamu lulus UN sekali pun, perjalananmu selanjutnya bakal sulit karena ketidakikhlasan dari orang yang bersangkutan. so, usahain jangan bikin masalah sama orang kalo deket-deket UN (kalo bisa sih seterusnya).

3. asking for parents 'ridha'
seperti yang kita tau, ridha orang tua itu adalah ridha Allah juga. jadi, sebelum ujian apa pun, usahakan kamu minta doa restu. apa yang terucap dari bibir orang tua itu doa, dan biasanya makbul. jangan bikin masalah sama ortu deket-deket ujian (terutama ujian-ujian besar macem UN dan SBMPTN), baik-baikin mereka, bikin hati mereka seneng. insya Allah, segala jalan dimudahkan semua.

4. coordinating
koordinasi itu penting. karena semua koordinasi ga bisa dilakukan secara individu, maka kamu butuh orang lain. ya otomatis, orang yang bakal kamu ajak koodinasi itu adalah temen sekelas ujianmu. nah, sekali lagi, jangan bikin masalah sama temen sekelas yang mau kamu ajak kerjasama. usahakan satu kelas itu kompak semua, walaupun paket soalnya jelas beda semua. jangan individualis. inget, kamu lulus bareng-bareng, ga sendirian. tentukan pola koordinasi yang kalian mau. pokoknya kata kuncinya satu: kompak.

5. praying
the most important thing, berdoa. ada idiom anonimus bilang, "usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha itu bohong." jadi, setelah semua usaha kamu kerahkan (belajar, dll), satu-satunya yang bisa kamu lakukan di akhir penantian adalah berdoa, minta sama Yang Kuasa. sholat usahain jangan bolong, puasa senin-kamis kalo mampu, tahajudnya kencengin, dhuhanya boleh, dzikirnya terusin, apa aja. pokoknya minta sama Yang Maha Pemberi. dengan begitu, Dia akan tau kalo kamu sangat-sangat menginginkan kelulusan, dilihat dari usaha spiritualmu itu. tapi, jangan sampe cuma karena ujian-ujian besar aja, kamu rajin ibadah ini-itu, setelah ujian berakhir lepas semua. malah, setelah ujian, masa menunggu hasil ujian itu yang paling penting. saat-saat menunggu pengumuman itu yang justru harus kamu isi dengan banyak berdoa. banyak anggapan bahwa selesai mengerjakan soal ujian di ruang kelas, maka selesai pula perjuangan kita. padahal, perjuangan itu baru dimulai ketika lembar kertas jawaban dikirim ke Jakarta untuk dikoreksi. di sinilah saat yang paling menentukan. saat-saat seperti inilah yang harus kamu isi dengan banyak berdoa, silaturahmi, minta restu, apa pun yang bisa kamu lakukan yang sekiranya dapat membantumu lulus ujian.

itu aja deh tips nya. semoga tips di atas dapat membantu kalian-kalian yang mau ujian. semoga sukses ya semuanya :D

Friday, March 15, 2013

The Pretty Reckless

aku inget kalo aku pernah sekilas ngebahas tentang The Pretty Reckless di blogku, tapi udah lamaaa banget. dan sekarang, aku kembali dengerin mereka dan kembali cinta pada musik mereka, dan karena udah lama ga ngisi blog jadinya aku bikin posting lagi tentang mereka :D





yah, they are The Pretty Reckless. beranggotakan Taylor Momsen (who doesn't know her? she's totally well-known!) di vokal serta rhythm guitarist, Ben Phillips (lead guitar, backing vocals), Mark Damon (bass), dan Jamie Perkins (drums).

then, these are their songs:


album: "Light Me Up" (2010)
My Medicine
Since You're Gone

Make Me Wanna Die
(single)
Light Me Up

Just Tonight
(single)
Miss Nothing
(single)
Goin' Down

Nothing Left To Lose

Factory Girl

You

Far From Never
[UK iTunes Bonus Track]
Everybody Wants Something From Me
[UK iTunes Bonus Track]
Zombie
[Japan Bonus Track]
 
EP: "Hit Me Like A Man" (2012)
Hit Me Like A Man
Under The Water

Cold Blooded



dari sekian banyak lagu ini, yang jadi favoritku itu beberapa lagu di bawah ini:
Nothing Left To Lose
You
Under The Water

Just Tonight

lagu-lagu yang kusenengin di atas itu ga terlalu keras semua. nadanya relatif lambat, dan ga kenceng. enak lah buat nggalau wkwkwkwk

dan suaranya Taylor Momsen itu enak, serak-serak gimanaaa gitu. dibuat slow enak, dibuat teriak enak. pokoknya top markotop wes wkwkwk

dan kalo liat video klip nya... rata-rata berhasil membuat tercengang. agak 'frontal' gimana gitu wkwkwkwk yah, silakan nonton sendiri aja ya ehehehe

udah, segitu aja deh. selebihnya bisa kalian browse sendiri lagu-lagunya :)

Sunday, March 3, 2013

random (as usual)

hi, fellas. hari ini udah maret aja, tanggal 3. besok tanggal 4. hmm... something special in the 4th? I guess nothing special, except the fact that I was born at that date (but not in this month).

jadi ceritanya ini posting tentang random. maaf kalo ga jelas. ga dibaca atau dilewatin juga gapapa kok, nyantai aja :D

ga nyangka deh, aku sekarang udah semester dua aja nih di jenjang perguruan tinggi. padahal, baru kemaren rasanya aku ngerasain haflah (wisuda) dari pondok. baru kemaren rasanya aku megang kitab nahwu, sharaf, apapun yang diajarin ustad-ustad pas mu'adalah. baru kemaren rasanya di sebelahku selalu ada temenku yang tidur lebih dulu dari aku. baru kemaren rasanya...

sekarang, semuanya udah beda. sekarang pelajarannya udah ga senjelimet fisika kimia matematika, tapi lebih banyak ngandelin nalar. sekarang aku harus tidur sendirian di kamarku. ga ada lagi ketawa ketiwi bareng temen-temen sebelum tidur kayak di pondok kemaren. pokoknya beda banget deh.

awalnya, mungkin aku ngerasa agak jetlag. kok gini ya? tapi, sesuai apa yang pernah dibahas di biologi, makhluk hidup itu ciri-cirinya beradaptasi. jadi, kalo aku mau dianggep hidup, aku harus beradaptasi dengan segala kemungkinan yang bakal terjadi ke depannya.

mungkin ada beberapa sifat di jaman SMA kemaren yang tetep kubawa di kuliah ini. dan banyak sekali yang bisa kupelajari di kuliah ini. bukan di bangku kelas perkuliahannya, tapi dari lingkungan sekitar, dari temen-temen, dari gimana kita mengambil sikap saat ada masalah, semuanya. dan hal-hal tersebut pasti akan mendewasakan kita walaupun ga secara langsung. mungkin bertahap, karena menurutku ga ada manusia yang menjalani sesuatu dan berubah secara langsung pasti semuanya bertahap, bisa pelan bisa juga cepat. tergantung kemampuan dia beradaptasi juga.

yah, karena sekarang aku udah semester dua di jenjang pendidikan paling tinggi, jadi mau ga mau aku harus beradaptasi lebih cepat lagi. gimana-gimana, demi kebaikanku sendiri juga.

maaf curhat ga jelas ya para pembaca yang budiman :)